BPKP Bekerjasama Dengan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Mengadakan Workshop Aplikasi SIM-HP Pemda
Lubuklinggau, 6 November 2018

BPKP Bekerjasama Dengan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Mengadakan Workshop Aplikasi SIM-HP Pemda


Bertempat di Temam Meetingroom Hotel Dafam Lubuklinggau, Selasa (06/11) dilaksanakanan workshop Aplikasi SIM-HP Pemda. Kegiatan workshop Aplikasi SIM-HP Pemda ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari pada tanggal 6-8 November 2018.

Workshop diikuti oleh 34 orang peserta dari masing-masing utusan Inspektorat 6 (enam) Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan yang terdiri dari Kabupaten Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Kota Palembang, dan Kota Pagaralam. Materi disampaikan oleh narasumber Bapak Muh. Andry Nurman dan Bapak Muh. Yuszaeni Syarifudin dari Pusat Informasi Pengawasan (Pusinfowas) BPKP.  Pada kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari BPKP Provinsi Sumatera Selatan yaitu Bapak Andriyadin dan Bapak Arius Lopen.

Inspektur kabupaten Musi Rawas Bapak Alexander  Akbar, SE, ME, dalam sambutannya pada acara pembukaan menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini merupakan wujud kerjasama antara BPKP dan 6 (enam) Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengelolaan hasil pengawasan dengan penggunaan aplikasi komputer yaitu SIM-HP Pemda, baik secara pribadi maupun institusional dapat bermanfaat sehingga informasi hasil pengawasan dapat berguna secara efektif, efisien dan akuntabel, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan Workshop Aplikasi SIM-HP Pemda tersebut.

Dalam rangka pengendalian atas Hasil Pengawasan Inspektorat maka digunakan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Hasil Pengawasan Pemda (SIM-HP Pemda) yang dikembangkan oleh Pusinfowas BPKP. SIM-HP Pemda merupakan aplikasi berbasis teknologi komputer yang digunakan sebagai alat pengolahan data hasil pengawasan untuk memudahkan penyajian informasi kepada para pemangku kepentingan/stakeholders, yang didesain khusus untuk diterapkan oleh APIP.

Selain itu juga dengan pemanfaatan Aplikasi SIM-HP Pemda diharapkan dapat meningkatkan Kapabilitas APIP menuju Level 3 (integrated).

 

author : admin


1 Komentar

  1. Berita Mataram
    Berita Mataram
    16 Mei 2020 - 12:13:04 WIB

    Modus yang dilakukan dengan cara pembelian kemasan dan pelabelan tepung dengan resmi kemudian melakukan pengemasan ulang dengan wadah yang lebih kecil sebelum dijual kembali. Hal ini jelas melanggar hukum karena upaya-upaya tersebut belum memperoleh izin dari pihak berwenang.

    Selain itu, polisi juga menemukan bukti berupa asam sulfat cair kimia sebanyak 46 jenis drum plastik di daerah gudang. Terkait hal ini, mereka juga tidak memiliki izin usaha dan produksi, karena menyangkut limbah B3 yang merupakan jenis zat berbahaya Toxic. Sekarang polisi terus menggali kasus ini berkoordinasi dengan BPOM.

    Selengkapnya di Berita Mataram - https://www.wartamataram.com


Tulis Komentar